04/04/2005
Sri Paus vs Imam Khomeini
Sri Paus Paulus II merupakan tokoh yg turut aktif berusaha menciptakan perdamaian dunia. Salah satu inti ajaran islam adalah perdamaian, bahwa islam harus menjadi agama yg Rahmatan lil-alamiin.
Surat Paus Paulus II Kepada Imam Khomeini (dr milist Padhang-Mbulan):
Kepada Yang Mulia
Ayatullah Ruhullah Khomeini
Saya sangat prihatin dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika dengan negara anda. Saya juga menyampaikan sentimen saya ini kepada Yang Mulia Bani Sadr, sebagai presiden Republik Islam Iran; kepada Sekretaris Jendral PBB, DR. Kurt Waldheim; dan kepada Yang Mulia Jimmy Carter, presiden Amerika.
Saya mohon kepada Tuhan, dengan kebaikan dan kemurahan-Nya, semoga Dia melindungi rakyat anda dan mencegah kesulitan dan bahaya yang lebih besar dari meningkatnya ketegangan tersebut. Saya berharap, dengan pengaruh wewenang anda, akan membantu terciptanya solusi bagi situasi serius tersebut, dengan solusi yang adil; yang diilhami oleh penghargaan atas nasib rakyat, dan yang akan bermanfaat bagi kemajuan rakyat dan seluruh manusia dalam keadilan dan perdamaian.
11 April 1980
Johanes Paulus II
Jawaban Imam Khomeini kepada Sri Paus:
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Kepada Yang Mulia Sri Paus,
Pesan anda, yang mencerminkan kegelisahan atas memburuknya hubungan antara negara Islam Iran dan Amerika, telah saya terima. Saya menghargai niat baik anda dan perhatian anda atas hal itu; dimana negara kami menganggap bahwa langkah pemutusan hubungan tersebut sebagai pertanda baik, dan negara kami merayakannya dengan kebahagiaan.
Saya berterima kasih atas doa anda kepada Tuhan bagi rakyat pejuang kami, tetapi perlu anda ketahui bahwa anda tidak perlu khawatir atas munculnya masalah dan bahaya yang lebih besar, seperti yang anda sebutkan dalam surat anda. Karena rakyat muslim Iran selalu siap menyambut masalah akibat langkah pemutusan hubungan, dan mereka tidak takut atas munculnya bahaya yang lebih besar.
Yang berbahaya bagi rakyat kami justru ketika hubungan tersebut dibangun sebagaimana yang dilakukan oleh rezim terdahulu, dan hubungan seperti itu tidak akan pernah dibangun kembali.
Saya berharap, dengan pengaruh spiritual anda pada masyarakat Nasrani, anda memperingatkan pemerintah Amerika untuk bertanggungjawab atas tindakan tirani, gangguan, dan perampasan mereka. Dan menasihati Carter, yang sedang mengalami kekalahan, untuk membiarkan negara-negara yang menginginkan kemerdekaan mutlak dan tidak ingin bergabung dengan setiap kekuatan di dunia, sebagaimana nilai kemanusiaan yang diajarkan oleh Isa as; dan tidak membiarkan dirinya dan pemerintah Amerika berkubang pada skandal yang lebih jauh.
Saya memohon kepada Allah atas kesejahteraan bagi mereka yang tertindas di muka bumi, dan berharap semoga mereka segera terbebas dari tangan-tangan penindas.
16 April 1980
Ruhullah Al-Musavi Al-Khomeini
11:37 Permalink | Comments (0) | Email this
The comments are closed.